Korem 172/Praja Wirayakti melaksanakan Evaluasi Pelaksanaan Operasi bulan November Satgas Pamtas maupun Satgas Pamrahwan, Kamis (3/12). Acara yang diselenggarakan di Ruang Data Makorem ini dipimpin langsung oleh Danrem Kolonel Czi I Made Sukadana dan dihadiri oleh Kasrem Letkol Inf Marsudi, Dandim 1701/Jyp Letkol Inf Imam Santoso, Dandim 1702/Jyw Letkol Inf S.E. Ginting, Dandim 1712/Sarmi Letkol Inf Gamal, Dansatgas 713/ST Letkol Inf Jhonny, Dansatgas 527/BY Letkol Inf Ramli, Dansatgas Kipam Rahwan Yonif 756/WMS, Kipan B Yonif 751/BS, Para Kasi dan Kabalak Korem 172/Praja Wirayakti.
Dalam sambutannya, Danrem menyatakan bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan Operasi sangat penting dan harus dilaksanakan, ”Evaluasi terhadap pelaksanaan Operasi sangat penting dan harus dilaksanakan karena dapat dilihat sejauh mana kegiatan ini dilaksanakan oleh masing-masing satuan dan kendala-kendala yang dihadapi serta upaya-upaya yang sudah dilaksanakan, ”Kata Danrem.
Selanjutnya, Dansatgas 713/ST, Dansatgas 527/BY dan Dansatgas Kipam Rahwan memaparkan tentang kegiatan Operasi bulan November, Kendala dan permasalahan yang dihadapi serta upaya-upaya yang telah dilakukan. Kegiatan tersebut pada dasarnya berjalan dengan baik walaupun terdapat kendala-kendala tetapi untuk sementara masih dapat diatasi oleh Satuan. Hal menonjol yang mendapat perhatian khusus yaitu permasalahan Endemi malaria, karena baru 1 bulan bertugas di Perbatasan, anggota Satgas Yonif 713/ST yang terkena Malaria berjumlah 128 orang, dan sekarang yang masih dirawat di RS. Marthen Indey sejumlah 16 orang yang 2 diantaranya terdapat komplikasi.
Dalam arahannya, Danrem menekankan antara lain : 1. Para Dansatgas agar selalu menekankan kepada Para Danpos dan anggotanya agar selalu disiplin, meningkatkan kewaspadaan, mengarahkan dan membimbing dengan baik, melaksanakan pengamanan tubuh dengan tidak membuat pelanggaran dan melakukan pengecekan secara langsung dilapangan sehingga tahu betul keadaan anggotanya dilapangan. 2. Selalu mengadakaan koordinasi dengan aparat wilayah setempat (Kodim) dan Pemda setiap pelaksanaan kegiatan khususnya kegiatan Bintertas, hal ini dimaksudkan agar kegiatan Kewilayahan dan Satgas tidak tumpang-tindah. 3. Apabila ada laporan dari masyarakat agar ditanggapi dengan sikap positif, hal ini sangat penting sebagai bahan evaluasi dan koreksi kita demi perbaikan dalam pelaksanaan tugas ke depan. 4. Laksanakan pembinaan dan penggalangan kepada masyarakat secara terus-menerus dengan kegiatan Komsos, anjangsana, olah raga bersama dan sebagainya sehingga Citra TNI dan Kemanunggalan TNI-Rakyat semakin kuat. 5. Bagi Satgas Rahwan agar memahami betul tugasnya, jangan salah pemahaman, misalnya Kipam B Yonif 751/BS yang kebetulan posnya berdekatan dengan Perusahaan, maka yang diamankan sesuai tugas pokoknya adalah mengamankan wilayah sekitar, bukan mengamankan Perusahaan ataupun Karyawan perusahaan.
Berkaitan dengan adanya Endemi malaria yang telah menimpa anggota Satgas Yonif 713/ST, Danrem menekankan kepada Dansatgas agar lebih intensif dalam menjaga kebersihan lingkungan, dan permasalahan Endemi malaria ini sudah disampaikan kepada Menko Polhukam dan Menhan pada waktu kunjungannya di Pos Skow Wutung tanggal 25 November kemarin.
Diakhir arahannya, Danrem mengingatkan kembali kepada Dansatgas tentang kembanggaannya menjadi salah satu Satgas, karena tidak semua prajurit ataupun Perwira mendapatkan kesempatan dari Negara atau Pimpinan TNI menjadi Satuan Penugasan di daerah Perbatasan, untuk itu Danrem meminta agar semua Dansatgas melaksanakan tugas ini dengan penuh rasa tanggungjawab, jujur dan apabila ada permasalahan agar jangan dtutup-tutupi ataupun disembunyikan, sehingga pelaksanaan tugas ini dapat berjalan dengan baik dan aman.




