
MAYOR JENDERAL TNI HOTMA MARBUN
PANGLIMA KODAM XVII/CENDERAWASIH
|
|
Mabes TNI |
|
|
TNI Angkatan Darat |
|
|
TNI Angkatan Laut |
|
|
TNI Angkatan Udara |
|
|
Dephan |
![]() |
Kopassus |
| Link Satuan TNI AD |

Oleh : Penrem172
29-Oct-2009, 10:21:41WIB
Setelah melaksanakan audensi dengan LBH Papua dan Kontras Papua, Komandan Korem 172/Praja Wirayakti melakukan dialog dengan mantan-mantan tokoh TPM/OPM yang sekarang sudah sadar dan kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Audensi ini berlangsung di ruang rapat Makorem, Rabu (28/10).
Hal ini diselenggarakan selain bertujuan untuk menjalin silaturrahmi, komunikasi dengan semua elemen masyarakat khususnya di wilayah Papua dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa dan negara Indonesia yang lebih besar yaitu menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 juga sekaligus dalam rangka memperingati HUT ke-46 Korem 172/Praja Wirayakti. Audensi ini diikuti oleh 13 mantan tokoh TPM/OPM, Kepala Staf Korem Letkol Inf Marsudi dan seluruh Perwira Korem.
Dalam audensinya, Danrem menyatakan, bahwa kegiatan ini menjadi salah satu dari agenda kerjanya, selain bertujuan untuk meningkatkan silaturrahmi dan dalam rangka memperingati HUT ke-46 Korem 172/PW yang jatuh pada tanggal 7 Nopember 2009, juga bermaksud untuk mendapatkan masukan dari Elemen masyarakat termasuk mantan anggota TPM/OPM tentang permasalahan yang terjadi di Papua dan saran dalam penyelesaiaannya, sehingga menjadikan koreksi, evaluasi dan masukan kepada aparat Pemerintah dalam menentukan arah kebijakan dalam membangun Papua ini menuju Papua yang damai seperti yang diharapkan bersama.
Selain itu Danrem mengarahkan tentang pentingnya wawasan kebangsaan. Dia mengajak semua untuk bersama-sama menjaga bangsa dan negara RI agar tetap utuh dan berdaulat. Mengenai beda pendapat, Danrem menyatakan bahwa di alam demokrasi sekarang ini, semua orang bebas menyampaikan pendapat, Demonstrasi silahkan saja tetapi dengan catatan mengikuti ketentuan yang ada dan tidak bertindak anarkis, dan TNI tidak ikut campur dalam urusan ini, karena itu adalah urusan Kepolisian.
Dalam season tanya jawab, Bpk. Alex Membri memberikan pernyataan bahwa dulunya dia salah satu tokoh TPM/OPM yaitu sebagai Panglima TPM/OPM. Dia meminta agar Gubernur, Bupati, Ketua DPRP dan Ketua MRP agar segera diganti, karena sampai sekarang tidak bisa mensejahterakan rakyat. Uang Otsus hanya untuk memperkaya diri sendiri. Bahkan dia meminta Danrem untuk melapor kepada Menteri yang berasal dari Jenderal, dan mengganti para Pejabat Papua dari orang-orang pendatang.
Selain itu, Alex menginformasikan, bahwa pada bulan November nanti akan ada pengibaran Bendera Bintang Gejora. Informasi ini juga sudah disampaikan kepada Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih. TPM/OPM yang bergerak di lapangan sekarang ini merupakan suruhan atau diajak oleh para elit politik Papua. Audensi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diakhiri dengan foto bersama di depan Makorem. (Penrem 172/Dispenad)