
MAYOR JENDERAL TNI HOTMA MARBUN
PANGLIMA KODAM XVII/CENDERAWASIH
|
|
Mabes TNI |
|
|
TNI Angkatan Darat |
|
|
TNI Angkatan Laut |
|
|
TNI Angkatan Udara |
|
|
Dephan |
![]() |
Kopassus |
| Link Satuan TNI AD |

Oleh : Penrem172
13-Nov-2009, 14:40:30WIB
Komandan Korem 172/Praja Wirayakti Kolonel Czi I Made Sukadana melaksanakan Audensi dengan seluruh Pimpinan RRI Daerah yang berada di Propinsi Papua dan Papua Barat, Kamis (12/11).
Kegiatan yang berlangsung di Studio RRI Jayapura, selain untuk meningkatkan silaturrahmi juga dalam rangka membangun komunikasi dan kerjasama yang selama ini telah terjalin dengan baik.
Dalam audensinya, Danrem memaparkan tentang Pertahanan negara (Hanneg) dan kondisi keamanan khususnya diwilayah yang menjadi tanggungjawabnya. Danrem menjelaskan, bahwa sistem pertahanan negara kita adalah Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta) artinya bahwa yang bertanggungjawab terhadap Pertahanan Negara bukan hanya TNI saja, tetapi seluruh komponen bangsa dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia, mereka berperan sesuai fungsi dan tugas masing-masing, jelas Danrem.
Danrem menyampaikan, bahwa jumlah TNI sangat sedikit bila dibandingkan dengan luas wilayah Indonesia yang harus dijaga, untuk itu harus terus dibina dan dipupuk, sehingga kemanunggalan TNI - Rakyat semakin solid. Sistem “Early Warning System“ atau sistem peringatan awal apabila ada bahaya, maka masyarakat yang mengetahui akan melaporkannya ke aparat TNI, selain itu, aparatur negara atau pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat akan berperan sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing dalam hal Bela Negara agar NKRI tetap berdaulat.
Dalam hal pertahanan dan keamanan khususnya di wilayah Korem 172, Danrem menjelaskan, bahwa secara umum wilayah ini dalam keadaan aman dan kondusif. Berkaitan dengan isu-isu militerisme atau tiap tahun ada penambahan pasukan, Danrem menyampaikan bahwa hal itu tidak benar, yang benar adalah pergantian personel Satgas Pamtas RI - PNG secara periodik setiap 1 tahun penugasan. Untuk itu Danrem mengajak para Pimpinan RRI Daerah untuk meluruskan atau menangkal isu-isu ini agar tidak berkembang ditengah-tengah masyarakat, masyarakat tidak was-was dan takut, sehingga dapat beraktivitas sehari-hari dengan aman dan yaman.
Dalam kesempatan yang sama, Danrem menyampaikan komitmen dan bersemboyannya bahwa “Tidak ada musuh di negeri ini, yang ada adalah lawan diskusi dalam perbedaan pendapat“, untuk itu masyarakat yang berbeda pendapat silahkan sampaikan melalui saluran yang ada termasuk melalui aksi demo dengan catatan mengikuti ketentuan yang ada dan tidak anarkis. Mengenai tindakan pengibaran Bendera Bintang Gejora yang dilakukan oknum masyarakat diketahui bahwa tindakan tersebut sebagai upaya protes kepada pemerintah setempat tentang kesenjangan kesejahteraan, bukan sepenuhnya karena ingin merdeka dan kurang memahami bahwa cara tersebut melanggar peraturan pemerintah. Oleh sebab itu Korem dan jajarannya melakukan langkah-langkah pembinaan terhadap masyarakat yang melakukan pengibaran Bendera Bintang Kejora agar tidak diulangi lagi.
Dalam hal Reformasi Internal TNI, Danrem menjelaskan bahwa TNI telah merevisi Doktrin, perubahan struktur dan kultur dengan tujuan mewujudkan postur TNI AD sesuai jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala LPP RRI Jayapura Drs. Djijoto, M.M., menyampaikan bahwa perlu dihidupkan kembali seperti siaran ABRI tetapi dikemas dalam bentuk yang berbeda, hal ini untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara yang dirasa saat ini masih kurang. Menanggapi hal tersebut, Danrem sangat mendukung dan menyambut positif, untuk itu Danrem meminta semua yang hadir untuk merumuskan bentuk dan kemasan yang sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat Papua agar mudah dicerna dan diterima oleh semua lapisan masyarakat. (Penrem 172/Dispenad)