
MAYOR JENDERAL TNI HOTMA MARBUN
PANGLIMA KODAM XVII/CENDERAWASIH
|
|
Mabes TNI |
|
|
TNI Angkatan Darat |
|
|
TNI Angkatan Laut |
|
|
TNI Angkatan Udara |
|
|
Dephan |
![]() |
Kopassus |
| Link Satuan TNI AD |

Oleh : Penrem172
28-Nov-2009, 07:04:46WIB
Tiada ungkapan yang paling pantas kecuali rasa syukur yang dalam kita persembahkan kepada kehadirat Illahi Robbi Allah penguasa alam semesta, karena pada hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk hidup, semoga dengan kesempatan sisa hidup ini kita manfaatkan untuk suatu yang bernilai ibadah kepadaNya.
Pada hari ini ratusan ribu, bahkan jutaan umat Islam diseluruh pelosok dunia berdatangan dan berkumpul ditanah Suci melaksanakan Ibadah Haji, dan pada hari ini juga umat Islam seluru dunia serentak mengumandangkan kalimat Takbir, Tahmid, Tahlil dan Tasbih sebagai manifestasi dari rasa syukur dan Taqwa kepada Allah SWT. Demikian salah satu yang disampaikan oleh Drs. Rahman Razak, M.Sc., dalam khotbahnya pada sholat Idul Adha di Lapangan Denzipur 10, Waena, Abepura, Jayapura, Jumat (27/11).
Hadir dalam Sholat Idul Adha di Denzipur 10, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Osaka Meliala Sembiring, Asintel Kasdam Kolonel Inf Khairully, Aslog Kasdam Kolonel Czi Adi Sudaryanto, S.IP., dan Kasrem 172 Letkol Inf Marsudi.
Selanjutnya, di depan ribuan jamaah Drs. Rahman Razak, M.Sc., menyampaikan tentang “Merenungkan essensi Qurban sebagai tolok ukur ketaqwaan”. Setiap datang Idul Adha terlintas kembali kenangan sejarah Nabi Ibrahim dan keluarganya dalam memperjuangkan kalimat Tauhid dengan rasa syukur dan taqwa kepada Allah SWT. Kita sebagai umat Muhammad agar menteladani dan mengikuti jejak Ibrahim. Ibadah Haji merupakan ibadah badaniyah, ruhaniyah dan maliyah, namun tidak semua jamaah haji adalah orang kaya, namun karena cita-cita hidup yang ingin dicapai sebelum berpulang ke Rahmatullah maka mereka bekerja keras, berhemat, dan rajin menabung sehingga cita-citanya dapat terlaksana.
Hari raya ini disebut Idul Adha atau hari raya Qurban, karena disamping ibadah haji yang sarat pengorbanan daya, tenaga dan harta, maka yang tidak sempat melaksanakan Ibadah Haji diberikan kesempatan oleh Allah untuk melatih berkorban menyembelih binatang. Dengan ibadah Qurban akan terjadi proses interaksi antar kaum aghnia dan du’afa, membentuk satu jamaah yang terikat oleh rasa ukhuwah islamiah. Sipemberi maupun sipenerima berkedudukan yang sama disisi Allah SWT.
Jiwa Qurbani yang dilandasi iman dan Taqwa dapat melahirkan keberanian untuk mengatasi segala rintangan dalam perjuangan hidupnya, seperti yang tercatat dalam sejarah perjuangan tauhid Nabi Ibrahim dan keluarganya. Nabi Ibrahim tidak gentar ketika melihat luapan api yang seharusnya panas membakarnya. Siti Hajar tidak merasa sendirian ketika ditingal suaminya ditengah gurun Faron yang gersang. Ismail bersikap pasrah dan sabar ketika mendengar bahwa ayahnya diperintahkan Allah untuk menyembelihnya. Karena semua karena perintah Allah walaupun berat maka tetap dikerjakan.
Untuk itu Ibadah Qurban sangat penting bagi kehidupan kita, bukan untuk kepentingan Allah, maka dari itu dalam ber-Qurban kita harus iklas dan dari harta yang halal, lebih baik kita mengorbankan diri untuk tidak berkoropsi dari pada kita ikut menyembelih hewan Qurban dari hasil korupsi. Nilai-nilai yang dapat kita petik dalam Idul Adha kali ini antara lain kita perlu merefleksikan kembali essensi dan makna kedua ibadah tersebut, meningkatkan iman dan taqwa serta amal sholeh mulai dari diri dan keluarga kita, membantu masyarakat Islam yang masih ketinggalan, membantu yang kena musibah, meningkatkan solidaritas sosial, semangat kebersamaan dan persaudaraan. Kita rapatkan barisan, perkokoh ukhuwah dan mantapkan persatuan agar meraih kejayaan.
KOMANDAN BESERTA KELUARGA BESAR KOREM 172/PRAJA WIRAYAKTI MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1430 H/2009 M. (Penrem 172/Dispenad)