
MAYOR JENDERAL TNI HOTMA MARBUN
PANGLIMA KODAM XVII/CENDERAWASIH
|
|
Mabes TNI |
|
|
TNI Angkatan Darat |
|
|
TNI Angkatan Laut |
|
|
TNI Angkatan Udara |
|
|
Dephan |
![]() |
Kopassus |
| Link Satuan TNI AD |

Oleh : Penrem172
16-Dec-2009, 19:36:39WIB
Komandan Korem 172/Praja Wirayakti Kolonel Czi I Made Sukadana meminpin Upacara Pembukaan dan Pemberangkatan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya dalam rangka Hari Infanteri tahun 2009, Selasa (15/12).
Upacara yang diselenggarakan di Lapangan Skow Wurung ini dihadiri Kasrem Letkol Inf Marsudi, Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf Imam Santosa, Mayor Inf Sapta dari Pussenif Bandung (Pengawas pelaksana Tonting), Pamen Korps Infanteri Kodam XVII/Censerawasih, Para Kasi Korem 172/Praja Wirayakti, Para Pejabat Pemda dan Kepala Distrik serta Tokoh masyarakat kampung Skow Wutung.
Komandan Korem dalam dalam amanatnya mengatakan, bahwa yang melatarbelakangi setiap tanggal 19 Desember dijadikan Hari Infateri adalah “Perintah Kilat No. 1/PB/D/48 tanggal 19 desember 1948” yang dikeluarkan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman pada pukul 08.00 WIB dan disiarkan secara luas melalui RRR Yogya dan ditujukan kepada angkatan perang untuk melawan dengan melaksanakan gerilya, sebagai reaksi bahwa Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Spoor pada pukul 06.00 WIB dengan kekuatan 3 Divisinya yaitu Divisi A, B dan C yang modern melancarkan agresi militer ke II dengan mengebom Maguwo dan menerjunkan Paratroppennya dengan cepat menyerbu kota Yogyakarta dan mengepung Gedung Agung dimana sebagian besar pejabat negara ada di dalamnya. Satuan-satuan angkatan perang yang didukung oleh masyarakat melaksanakan perang gerilya di seluruh daerah, karena persenjataan dan perlengkapan yang sangat terbatas dan seadanya, maka tidak ada jalan lain kecuali menggunakan cara-cara infanteri sehingga setiap pertempuran dapat dimenangkan. Dengan adanya Perintah Kilat tersebut yang secara nyata telah memberikan bukti kepada dunia akan keberadaan Tentara Nasional Indonesia masih tetap eksis, dan memaksa Belanda untuk mengakui kedaulatan NKRI, maka setiap tanggal 19 Desember ditetapkan sebagai hari infanteri dan diperingati setiap tahunnya.
Lanjut Danrem, bahwa tujuan Tonting ini adalah memupuk jiwa korsa, meningkatkan semangat kejuangan, memelihara nilai-nilai patriotisme dan menebalkan pengabdian satuan infanteri kepada nusa dan bangsa, selain itu juga untuk meningkatkan dan memelihara kemanunggalan TNI dengan Rakyat. Sasaran yang hendak kita capai dalam kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kebanggaan sebagai prajurit koprs infanteri, meningkatkan integritas antara kesatuan infanteri dengan rakyat serta meningkatkan kemampuan dalam mobilisasi pasukan berjalan kaki sehingga tercipta kondisi fisik perorangan yang tangguh dan prima, sesuai dengan tema Hari Infateri ke-64 yaitu “Dengan Semangat Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya, Kita Tingkatkan Jiwa Korsa Dan Semangat Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AD".
Setelah Upacara selesai, Pasukan Tonting dilepas oleh Danrem pada pukul 08.30 WIT dan menuju ke Etape II yang bertempat di SDN Inperes Skow Sae, sampai di Etape ke II, Pasukan diterima dan diberangkatkan lagi oleh Kolonel Inf Haryata setelah melalui prosesi penyerahan pada Peleton berikutnya. Pada Etape berikutnya, Pasukan Tonting menuju ke Etape ke III yang bertempat di SDN Inpres II Koya Timur. Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari dengan finish terakhir di PTC Entrop. Dalam kegiatan ini, juga akan dilaksanakan kegiatan bhakti sosial, pengobatan massal dan penghijauan. (Penrem 172/Dispenad)