
MAYOR JENDERAL TNI HOTMA MARBUN
PANGLIMA KODAM XVII/CENDERAWASIH
|
|
Mabes TNI |
|
|
TNI Angkatan Darat |
|
|
TNI Angkatan Laut |
|
|
TNI Angkatan Udara |
|
|
Dephan |
![]() |
Kopassus |
| Link Satuan TNI AD |

Oleh : Penrem172
21-Dec-2009, 10:19:30WIB
Komandan Korem 172/Praja Wirayakti Kolonel Czi I Made Sukadana menghadiri Upacara Hari Infanteri tahun 2009 yang digelar di Lapangan Makodam XVII/Cenderawasih, Sabtu (19/12). Sebagai Inspektur Upacara kali ini Irdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Abdul Kadirsultan dan sebagai dan dihadiri oleh Para Asisten dan Kabalak, kasrem 172 Letkol Inf Marsudi serta satuan Jajaran Kodam XVII/Cenderawasih.
Dalam amanatnya, Danpussenif Mayor Jenderal TNI Soenarko yang dibacakan oleh Irdam mengatakan bahwa Peringatan hari infanteri yang diselenggarakan saat ini dimaksudkan untuk mengenang kembali peristiwa bersejarah serangan militer belanda ke kota Yogyakarta yang lebih kita kenal dengan nama Agresi Militer II. Dimana pada tanggal 19 desember 1948 Panglima Besar Jenderal Sudirman Mengeluarkan Perintah Kilat No.1/PB/D/1948 yang ditujukan kepada Angkatan Perang RI untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu Perintah Siasat No 1/1948 tanggal 12 Juni 1948 untuk melawan musuh dengan melaksanakan perang rakyat semesta.
Lebih lanjut Danpussenif mengatakan bahwa peringatan Hari Infanteri bertujuan untuk menghidupkan kembali dan memperkokoh tekad dan semangat juang setiap prajurit infanteri dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara seperti yang pernah ditampilkan oleh para pendahulu korps infanteri. tekad dan semangat juang TKR dalam perjuangannya dicerminkan pada sosok Panglima Besar Jenderal Sudirman. Keteladanannya, hendaknya terus hidup dan terpatri dalam jiwa setiap prajurit infanteri yang dapat ditunjukkan dalam sikap dan perilakunya sehari-hari, terutama dalam mengemban tugas dan tanggung jawab kepada Tentara dan NKRI.
Diakhir amanatnya, Danpussenif mengingatkan kepada warga Korps Infanteri antara lain : 1. Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yanga Maha Esa sebagai landasan dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. 2. Mewujudkan jati diri sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional serta perkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat. 3. Tingkatkan kemampuan olah keprajuritan dan olah pikir melalui budaya belajar dan berlatih guna mewujudkan profesionalisme keprajuritan. 4. Pegang teguh dan junjung tinggi kode etik prajurit dan kode kehormatan perwira, serta pertanggung jawabkan penggunaan ”Lambang Senapan Silang” dipundakmu sesuai semangat Yudha Wastu Pramuka dan ke-5. Pelihara jiwa korsa prajurit infanteri dan kebanggaan sebagai prajurit infanteri.
Perlu disampaikan, bahwa sebelum melaksanakan upacara, prajurit korps Infanteri termasuk Pamen dan Pama, pada pukul 06.30 melaksanakan long mars dari halaman Kantor Walikota Jayapura menuju lapangan Makodam yang berjarak + 3 Km. (Pendam 17/Dispenad)