
MAYOR JENDERAL TNI HOTMA MARBUN
PANGLIMA KODAM XVII/CENDERAWASIH
|
|
Mabes TNI |
|
|
TNI Angkatan Darat |
|
|
TNI Angkatan Laut |
|
|
TNI Angkatan Udara |
|
|
Dephan |
![]() |
Kopassus |
| Link Satuan TNI AD |

Oleh : Penrem172
23-Dec-2009, 09:16:02WIB
Komandan Korem 172/Praja Wirayakti Kolonel Czi I Made Sukadana memimpin Upacara Peringatan Hari Trikora tahun 2009 yang digelar di Lapangan Upacara Makodam XVII/Cenderawasih, Sabtu (19/12).
Hadir dalam upacara ini antara lain Waka Polda Papua Brigjen (Pol) Syafei Aksal, Irdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Abdul Kadirsultan, Para Asisten dan Kabalak Dam XVII/Cenderawasih, Pejabat Lantamal X Jayapura, Pejabat Lanud Jayapura, Pejabat Polda Papua, Ketua DPRP Papua Bapak John Ibo, Ketua LVRI Papua Bapak Koesmanto, Ketua MPW Pemuda Pancasila Bapak Yance Rumere, Pejabat teras Propinsi maupun Kota Jayapura, Para veteran maupun mantan pejuang Trikora serta masyarakat Papua, untuk pasukan upacara terdiri dari Prajurit TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, PNS dan Pelajar.
Dalam amanatnya, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI AY. Nasution yang dibacakan oleh Danrem mengatakan bahwa Peristiwa Tri Komando Rakyat mengandung nilai-nilai etos kepahlawanan dan kebersamaan seluruh masyarakat dan pejuang, yang telah membuktikan kemampuannya dalam melawan penjajah yang menggunakan persenjataan modern.
Dalam catatan sejarah bahwa pada tanggal 19 Desember 1961 merupakan momentum penting bagi tegaknya keutuhan NKRI. Melalui perintah Presiden Soekarno didepan rapat raksasa di Yogjakarta mengatakan “Oleh karena belanda masih melanjutkan kolonialisme di tanah air kita maka kami perintahkan kepada rakyat indonesia, juga yang berada di Irian Barat untuk melaksanakan Tri Komando Rakyat” yaitu 1. Gagalkan pembentukan negara boneka di Papua buatan Belanda Kolonialis. 2. Kibarkan sang merah putih di Irian Barat tanah air Indonesia. 3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.
Untuk itu Pangdam mengajak untuk selalu menggelorakan semangat Trikora, semangat bersatu padu dan terikat kuat bagi setiap anak bangsa siapapun dia, baik anak-anak Papua maupun anak-anak Non-Papua, baik sipil maupun militer. Hal ini dikarenakan banyak para Pahlawan baik militer dan masyarakat yang gugur dalam operasi Trikora, banyak yang kehilangan suami, ayah tercinta atau orang tua, anak yang dicintai demi mempertahankan harga diri bangsa dan keutuhan NKRI.
Lebih lanjut Pangdam mengatakan bahwa musuh yang kita hadapi saat ini adalah kemiskinan, kebodohan, kesehatan yang rendah dan ketidak adilan “Musuh yang kita hadapi dan sekarang menjadi tanggungjawab kita adalah kemiskinan, kebodohan, kesehatan yang masih rendah dan ketikdakadilan", kata Pangdam.
Diakhir sambutannya, Pangdam menekankan kepada para Prajurit antara lain : 1. Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, 2. Pembinaan satuan secara terencana, terarah dan terukur sehingga melahirkan prajurit yang tangguh, Profesional dan dicintai rakyat, 3. Prajurit harus dapat membantu, mengayomi dan melindungi rakyat, 4. Kobarkan semangat juang Trikora demi mempertahankan keutuhan NKRI, 5. Lakukan yang terbaik dan tetap semangat dalam setiap pelaksanaaan tugas kepada bangsa dan negara. (Penrem 172/Dispenad)