Selamat Pagi adik-adik semua mulai hari ini kita harus mulai belajar lagi kesekolah, karena sudah lama sekali adik – adik tidak belajar karena tidak ada pak guru dan ibu guru, mulai sekarang sudah ada pak guru dan di bantu oleh bapak – bapak tentara dari Satgas Yonif 713/ST yang datang dari Gorontalo tempatnya di seberang lautan tetapi adik – adik jangan takut karena bapak – bapak tentara yang ada di sini semuanya baik – baik dan jangan takut untuk bertanya kalo tidak mengerti, jelas…. Begitulah yang disampaikan oleh seorang anggota Satgas 713/ST Pratu Muh. Cakur anggota Pos Yetti pada awal memberikan pelajaran kepada murid-murid saat membantu menjadi guru pengajar di SD Kampung Yetti.
Kampung Yetti adalah kampung yang mungkin tidak cukup terkenal di masyarakat Jayapura bahkan mungkin sebagiam masyarakat Keerom sendiri belum tahu letaknya kampung Yetti. Kampung Yetti dengan jumlah penduduk yang ada sekitar 85 Jiwa dipimpin oleh seorang kepala desa atau kepala kampong ( Ondoafi ) yang bernama Petrus Kera. kepala Kampung ini pada masa kecilnya menghabiskan masa belajarnya di PNG sampai dengan tamatan setingkat SMP, walau hanya sampai setingkat SMP namun percakapan dalam bahasa Inggris bisa diacungkan Jempol. Mayoritas masyarakat yang ada di kampung Yetti mengunakan bahasa bahasa Indonesia, bahasa Vicin (PNG dan bahasa Inggris. Di kampung ini terdapat beberapa sekolah SD. Di beberapa sekolah masih kekurangan tenaga guru pengajar pada dasarnya, tetapi secara keseluruhan proses belajar- mengajar di beberapa sekolah sudah berjalan walaupun banyak tenaga pengajar yang mengundurkan diri karena berbagai macam alasan akhirnya anak didik di sekolah tersebut terbengkalai salah satunya adalah masalah kurangnya sarana transportasi, karena untuk sekolah dimana mereka mengajar harus ditempuh dengan jarak + 10 – 13 Km dari tempat tinggal mereka bahkan ada yang harus melewati 8 – 10 sungai.
Kegiatan mengajar ini juga dilakukan di kp. Ujung Karang, Kp. Skofro, Kp. Kaliasin, Kp. Wembi dan Kp. Wambes Atas dan Kp. Moso serta masih banyak lagi sekolah yang berdekatan dengan pos di mana Satgas Yonif 713/ST bertugas. Pelajaran yang diberikan antara lain cara membaca, berhitung, pengetahuan bela negara, bahasa inggris dasar serta yang lain dapat menunjang kecerdasan masyarakat di sekitar pos.
Dansatgas 713/ST Gorontalo Letkol Inf Jhonny Djamaris mengatakan bahwa Satgas Tugas pokok Yonif 713/ST Gorontalo untuk mencegah bergesernya patok perbatasan negara, mencegah kegiatan ilegal dan mengatasi gangguan dari kelompok GPKP/B serta menjaga tetap tegaknya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, selain itu Satgas Yonif 713/ST Gorontalo juga melaksanakan kegiatan – kegiatan pembinaan teritorial terbatas untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Kegiatan Bintertas tersebut berupa pengobatan gratis secara cuma-cuma, membantu mengajar sekolah di daerah – derah terpencil yang tidak ada gurunya dan memberi contoh serta melatih masyarakat cara bercocok tanam sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat yang berada di Papua.
Dengan adanya kegiatan ini, tanggapan masyarakat, guru, murid dan tokoh masyarakat sangat positif dengan kegiatan ini, dengan harapan kegiatan ini bisa berlangsung sampai akhir penugasan serta dapat membantu kemajuan pendidikan di wilayah Keerom khususnya dan Bangsa Indonesia pada umunya.



