Komandan Korem 172/Praja Wirayakti Kolonel Inf Daniel Ambat menjadi Irup pada Upacara Bendera Tujuhbelasan bulan Juli 2010 yang diselenggarakan di Lapangan Upacara Makorem 172/Praja Wirayakti, Senin (19/7).
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Danrem mengucapkan terima kasih kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI atas pelaksanaan tugas pada Triwulan I,”Sebagaimana saya sampaikan dalam Rapim TNI pada awal tahun 2010, bahwa bulan Juli sebagai bulan pertama Triwulan IIIdan awal Semester II TA. 2010 yang merupakan periode yang tepat untuk pelaksanaan Progja 6 bulan kebelakang sebagai bahan evaluasi dan acuan dalam Progja TA. 20101 enam bulan kedepan,”Kata Panglima mengawali amanatnya.
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan tentang kehidupan berbangsa dan bernegara yang tengah menghadapi berbagai tantangan dan ujian sebagai dampak dari perkembangan lingkungan strategis dan global dan regional,”Isu yang saat ini menghangat adalah masalah Pemilikada baik ditingkat Provinsi, kabupaten maupun Kota (sejumlah 246) dan sejarah mencatat bahwa setiap pasca Pemilukada nyaris selalu menimbulkan dan menyisakan persoalan politik, untuk itu kita harus meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi agar persoalan tersebut tidak merusak harmonisasi sosial, persatuan dan kesatuan bangsa,”Jelasnya. Untuk Prajurit TNI sudah berkomitmen yaitu Netral, tidak berpolitik praktis sesuai dengan UU No. 34 tahun 2004 pasal 39.
Berkaitan dengan hasil Rapim TNI tahun 2010, Pimpinan TNI telah menetapkan “Sapta Tunggal Kebijakan Panglima TNI” yang salah satunya adalah kebijakan “Optimalisasi Peran TNI” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ”Optimalisasi peran TNI merupakan wujud partisipasi aktif dan kontribusi nyata TNI dalam proses pembangunan nasional, optimalisasi peran TNI bukan bentuk ekspansi TNI seperti pada masa lalu untuk mencampuri atau menngambil alih peran institusi lain, Optimalisasi semata-mata panggilan moral dan fungsi TNI dalam rangka menunaikan tugas kemitraan atau tugas perbantuan TNI kepada lembaga institusi atau lembaga lain apabila diperlukan, seperti pelaksanaan TMMD, Manunggal KB Kesehatan, membantu penanggulangan bencana alam dll.
Diakhir amanatnya, Panglima TNI memberikan atensi dan harapan untuk dipedomani oleh seluruh Prajurit dan PNS TNI.
Pertama, Tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME sebagai wujud nyata dari Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Kedua, Pegang teguh dan amalkan Netralitas TNI dalam politik praktis. Ketiga , Jaga dan tingkatkan soliditas dan solidaritas prajurit baik internal maupun antar Angkatan sebagai pondasi terwujudnya soliditas dan solidaritas nasional. Keempat, Amalkan secara nyata nilai-nilai setiap butir “Delapan Wajib TNI” ditengah kehidupan masyarakat, hormati kearifan lokal dan mantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat. Kelima , Tingkatkan pembinaan satuan dengan mengedepankan “Kepemimpinan Lapangan” yang penuh simpati, keteladanan dan pengayoman terhadap anak buah, cegah dan hindari perbuatan yang menodai nama baik TNI seperti perkelahian, asusila dan kecanduan narkoba.



